Showing posts with label Me myself and I. Show all posts
Showing posts with label Me myself and I. Show all posts

Sunday, March 31, 2013

Jejak-jejak Duga


Lagi-lagi kau menorehkan duga dalam pekatnya kabut maya
dan entah untuk yang kesekian kali aku tak dapat mencerna kata-kata dengan logika
terlalu buram diantara harap yang berterbangan di udara
sedangkan kau berupa bayang yang jauh tak terbaca

Aku terdiam sejenak diantara jeruji yang kini ku jaga
menahan setiap letupan resah pada tanggul-tanggul keyakinan
dan kau terus saja menderas menuang harap pada cangkir asa
sedangkan yang ku teguk, hanya getir pahit mimpi yang telah lama hilang

Aku telah belajar agar tidak buta pada aksara fana
yang diam-diam bergerilya pada dinding langit benakku
sadarkah kau? aku begitu takut kata2mu semakin meretaknya
yang membiarkanku mengambang pada waktu tuk menunggu

Kini, aku memilih untuk menyimpannya di tepi jendela
barangkali benar esok janji kan tertunaikan, seperti katamu
namun jika tidak, aku sudah terbiasa menelan dialog masa lalu
kemudian merintikkan kata pada jejak-jejak duka, sewaktu senja...

Wednesday, February 27, 2013

Saat Mentari Pagi Bersinar Cerah

“Assalamualaykum…^_~
Apa kabar?”

Sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk ke ruang hp ku...Saat itu, ketika mentari pagi bersinar...tertera sebuah nama…yaah…sebuah nama yang telah lama ku kubur dalam-dalam…sebuah nama yang kadang rindu untuk ku panggil lantang…

Dengan sigap jari jemariku langsung mengetikkan sebuah pesan balasan..

Waalaikumsalam..
Alhamdulillah baik...dirimu gmn kabarya? ^_^

Thursday, January 31, 2013

Coretan Pelajaranku

Kalimat sepi itu berkhayal sendiri, entah terdiri dari kata-kata apa. Sampai-sampai tak satupun huruf yang bisa kutafsirkan. Kupikir bahwa sepanjang perjalanan hidupku hingga nanti Malaikai Izrail menjemput, merupakan proses belajar. Belajar menjadi manusia, belajar menjadi hamba-NYA.

Apa saja yang dipelajari?? Hhmmm...banyak... ada bab yang membahas tentang "kesabaran", "keikhlasan", "kejujuran", "keyakinan", dan masih banyak lagi. Siapa yang mengajarkan?? ooh.. tentu saja DIA...sang Maha Guru, sang Maha Mengetahui... pemilik seluruh ilmu di langit dan di bumi...

Wednesday, July 25, 2012

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Syahru Ramadhan.. Marhaban Yaa Syahrul Maghfirah..
Marhaban Yaa Syahrul Quran… Marhaban Yaa Syahrul ibadah…


Happy Ramadhan to All Muslim in the World!
Finally! the month that we all been waiting for,, it's here! Ramadhan it's here!
And it's time for us to Apologies each other for every mistake we have done to each other that  intentional and unintentional.

Mohon maaf atas segala kealpaan, ketinggian hati, kedustaan lidah dan kecerobohan akhlak
semoga berkah melimpahi kita di bulan penuh rahmat
Amiin amiin yaa rabbal 'alamin...

Sekali lagi kita jalani, dahsyatnya bulan Ramadhan. Setiap kali memasuki bulan Ramadhan, hati ini berdebar-debar. Ada yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ada rasa gugup, ada kecemasan, ada rasa penuh harap, dan ada pula penyesalan. Tidak bisa terkatakan.

Saturday, July 14, 2012

Juli Ku

Hi Juli, aku sekedar ingin menjengukmu sebentar. Apa kabarmu? Ku harap kau semakin baik kini. Juli, masihkah kau sembunyikan senyummu? Mungkin kau masih bertanya-tanya dan belum bisa mengerti. Tapi kau harus terus percaya, bahwa saat sesuatu direnggut darimu, pasti Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Juli, hidup memang begitu. Tapi yakinlah semua akan baik-baik saja. kau akan terbiasa, berjalan di jalur waktumu walau terasa sakit. Tak usah mengeluh. Jalani saja menurut garisnya. Kelak kau akan mengerti, bahwa sakitmu adalah titik dimana kau akan menemukan bahagiamu. Bukankah malam akan berganti pagi?? Dan akan selalu seperti itu. Renungkanlah…

Thursday, May 10, 2012

Celoteh dalam Ritme Hati


Gerimis di sore itu mengingatkanku akan sebuah kenang
yang bergelayut jingga dalam rona hati
sebuah memoar yang tak kunjung berhenti
pada sebuah tanya tentang ritme hati

bergejolak dalam riaknya
merintih di kepingan terakhir
mengaduh pada yang tak redam diterpa badai

kuingin lampaui segala batas yang ada
hingga tak kutemukan lagi jelaga itu
yang menghalangi tabir diri
merobohkan segala tiran nurani

Friday, April 13, 2012

Jejak-Jejak Kabut Persahabatan



Ketika senja hadir di sudut jendela....
ada ribuan cerita yang merintih lirih diantara pasungan hati.

Menjelang malam kurapatkan jemari ini
menghantarkan kenangan yang tersimpan dalam ruang hati
kosong yang hampa menusuk nurani
teringat kenang lusuhnya persahabatan kita

Titik-titik samar semakin membutakan arah langkahku
menipu arah mana yang ku tuju
terjerembab dalam genakan fakir air mata

Kembali kita lalui jejak-jejak kabut persahabatan kita
Walau riuh gemuruh di hati kita tentang alpa lama
Sahabat, walau simpul ini telah cidera

Saturday, February 25, 2012

Pagiku Tak Secerah Kemarin


Pagi menyapa dengan lembutnya
melantunkan aroma tanah yang basah semalam karena hujan
Pagi berarak tak menentu
karena mentari tak kunjung datang
enggan beringsut dari peraduannya karena sang awan yang menghadang

pagi ini tak kulihat senyumnya mentari
tak dapat kurasa hangat belaiannya yang menyinari bumi
hanya ada semburat mendung di langit
membisikkan kata sendu

Pagi ini langit pucat, tak secerah pagi kemarin
Sama seperti rona hatiku kini
yang gerimis tak menentu
tercekat oleh sang waktu
yang diam-diam mencekik seluruh urat nadiku

Sunday, January 1, 2012

Nyanyian Jiwaku


sekedar mengais asa dalam sangkar hari
terbuai jelaga yang pekat menutup jiwa
bergulir dalam aroma nuansa fakir
bergelayut hingga mengakar tabir

jinggaku kini lantunkan nyanyian
nyanyian yang membias dalam kebisingan
menghujam kalbu menyentak hati yang rapuh
sebuah kenang yang kembali bergulir
setelah lama terkubur dalam buaian tanah

mengibaskan serpihan hati yang merindu
ketika kenang yang hadir mengobarkan amarah
membakar jiwa yang meradang kaena perih

akankah bermula ataukah berakhir
semua hanya tanda tanya semata
takkan tau kapan akan berakhir
semua kisah dalam fatamorgana jiwa

Saturday, December 31, 2011

Hati yang Kembali Menyongsong Masa



Aku beringsut dari kegelapan hatiku
mengumpulkan kembali ingatan-ingatan masa lalu
kembali melangkah walaupun pahit dan perih
perih yang selama ini bersembunyi di kehilapan jiwa
terseret langkahku menyongsong masa
mencoba berpijak pada jiwa yang telah mati
tertidur dalam buaian semu
berarak menghampiri mentari yang tak pernah mati

Semoga hati ini kian bercahaya
setelah lama mati dan hilang arah
aku kini yang bertahan di kepingan terakhir
asa hidup yang kembali bermula
harapan yang kembali terhimpun
menapak jejak di sela genangan air mata
menghapus semua luka yang mengibas asa

Thursday, December 29, 2011

Hilang Tak Tentu Arah


Aku mulai mengemas semua ingatan dan kenangan
pada kotak kaca agar dapat pecah berkeping-keping saat kuhempaskan
Titik-titik samar semakin membutakan arah langkahku
menipu arah mana yang ku tuju
Dan aku sudah terlanjur melangkah terlalu jauh
di antara ruang yang entah dimana akhirnya..

Ku kira, perjalanan ini kan segera tiba diujungnya.
Namun duga tlah menutupi segala logika.
Hingga tak terbaca lagi semua guratan yang tlah dituliskan-Nya.
Aku hilang arah tak tau kemana harus berkendara.
Sementara kemudi masih kosong tanpa pengendara.

Mengeja Ingatan Pada Nyata


Ada dinding paling beku yang menjulang kokoh di apungan jarak waktu
Dinding  yang menyerap setiap kata hingga bisu meraja..
Hening yang gamang.. Tak ada bincang
hanya lafal yang mengambang di udara, kemudian menguap terterik waktu.

Kata-kata telah menghilang
dan aku tak tau bagaimana cara mengeja ingatanku pada nyata
Waktu bergerak mundur pada angka minus
Gigil pagi ini melumpuhkan mimpi hingga mampat pada lorong harap
kemudian membatu, dan hancur menjadi debu.

Friday, December 2, 2011

DANBO boneka Lucu nan Imut

Entah sejak kapan rasa itu hadir dalam hatiku. Namun aku tak kuasa menolaknya dan "kau" telah menghipnotisku, membuatku tak henti-hentinya memikirkanmu, Uweeekkkk *muntah anak gajah* galau pisan si saya...hehehehe, sebenarnya cuma mau share aja tentang hobiku sekarang yang lagi seneng banget sama boneka yang satu ini. Yaaa danbo namanya...mungkin teman-teman semua udah tau apa, siapa, dan seperti apa danbo. Menurutku danbo itu merupakan maskot galau, abisnya semua gesture dan tingkah lakunya benar-benar galau pisan. tapi teteeeep lucu dan menggemaskan. Sooo daripada panjang lebar aku ceritakan ntar bikin kalian semua ikutan muntah anak gorila, hehehe kita lihat saja foto-foto danbo yang lucu nan imut ini. Jreng...jreng...jrenggg!!!

 ●●●▬▬ Klik Gambarnya untuk Memperbesar Gambarnya ●●●▬▬
(jangan di klik kanan, tapi langsung klik aja gambar nya yaaa)
                               










Tuesday, November 29, 2011

Tertatih dalam Pusaran Kata

Ada yang diam-diam membangun sarang
dari remah-remah mimpi
ketika lelah menyergap lamunan


Sarang angin termangu menatap wajah-wajah lelah
ketika gelegak dingin membungkam pusaran laju
segores luka terasa di ngilu punggungnya.

Pada deretan kata yang tak sempat diterjemahkan
ia  tertatih menyusuri sepercik rindu yang mungkin bisa direguknya di sela perjalanan.
meski gelap membayangi bahasa yang terangkai

Ibu, anakmu tergagap dalam pencarian makna
terlunta dalam bising riuh pusaran kata

tiada kepastian mengalir hingga ujung bulan

Monday, November 28, 2011

Jangan Pernah Berubah


Gerimis yang hening sayup-sayup menyapa ingatan.
Akan sebuah kenangan yang tersimpan rapi dalam kotak ingatan.
Tentang sebuah persahabatan antara kau dan aku.
Akankan engkau akan mengingatku seperti aku selalu mengingatmu? 
Akankah kau tetap seperti seseorang yang ku kenal dulu?? 
Jangan pernah berubah…mungkin itu intinya. 
Jangan pernah berubah meskipun kau kini kan memasuki dan berada di duniamu yang baru. 
Jangan pernah berubah meskipun raga kita tak lagi berjumpa. 
Jangan pernah berubah, meskipun mungkin akan jarang terlukis kisah di antara kita 
Jangan pernah berubah…dan akupun begitu…

Saturday, November 26, 2011

Sensitivitas tinggi vs Introspeksi Diri


ketika kita menuntut orang utk bersikap seperti yg kita inginkan, sudahkah kita sendiri introspeksi diri dg sikap & perbuatan kita?

sekarang aku baru merasakannya, yaa....kemarin-kemarin ini aku sempat sensi sekali dengan salah satu teman sekamarku. Aku memperlihatkan raut muka yang sangat tidak pantas, diamnya aku, kesalnya nya aku begitu aku perlihatkan di depannya bahkan perkataannya tak aku gubris.

sahabat MAAF.....
jika kemarin emosi menutup mata hatiku
MAAF....jika sikap dan perbuatanku melukaimu
MAAF....jika perkataanku menorehkan luka dihatimu

ternyata baru kurasa
memperlihatkan ke 'sensi' an kita itu sangatlah tidak nyaman bagi si korban
bingung untuk berkata maupun bersikap
tak tahu apa yang harus dan selayaknya dilakukan
meradang tak tentu apakah karena kesalahan kita atau kita sendiri yang memang sensitif
sehingga membuat orang lain menjauh

bukankah senyum itu ibadah????
mungkin ini pesan yang ingin Allah sampaikan bahwa
semarah apapun kita, sesulit apapun permasalahan yang menghadang kita dan sesedih apa pun kita
sebisa mungkin untuk tidak menunjukkannya di hadapan sahabat-sahabat kita apalagi melampiaskannya kepada orang yang sama sekali tidak tau permasalahan yang sedang dihadapi.

Wednesday, November 2, 2011

HUJAN


ketika ku duduk di tepi jendela, sungguh kusuka
menatap langit yang mendung dan merasakan hembusan angin yang menyapaku.
aromanya kusuka karena ia membawa pesan tentang hujan yang akan datang bertandang.
Aku suka membaui aromanya, menghelanya hingga ke pori-pori ingatan.
Membiarkannya bermain-main pada kilasan lampau tentang sebuah kenang.

Ya...aku suka hujan....
Tiap hujan datang hatiku seolah menyatu dengan irama yang dibawanya.
Irama yang menghanyutkan hatiku akan kenang yang telah usang.
Hujan pun kadang menari-nari riang, menghentak-hentakkan kakinya pada tanah dan atap rumah.

Aroma hujan sayup-sayup menyapa ingatan
saat langit sedang berpesta, mendendangkan lagu-lagu kehidupan
sedangkan awan terus menyerpih bulirnya menjadi rintik bening hujan
dan gerimis menari-nari dalam hening kenangan

Tuesday, October 18, 2011

Menapaki Jejak-jejak Harapan


Kala hujan mengusik ruang sendu
Merintik deras pada harap yang kian layu
Dinginnya menyesap hingga ke pori-pori kalbu
Membuat jiwa-jiwa penat kian sayu
Dan serahkan penantian pada detik waktu

Kala sebulir doa terdengar bergumam
Akankah datang  yang di nanti-nantikan???
Tuk membawaku arungi panjangnya perjalanan
Merentas semua asa yang telah lama mati
Terkubur dalam luka dan emosi yang temaram

Semoga saja fajar kali ini kan membuka lembaran baru
Pada kisah yang masih panjang tuk dilintasi
Tak ada lagi sesal....
Hanya segenggam harap yang masih ku kepal
Tuk kembali menapaki jejak-jejakMu yang telah lama aku tinggal

Saturday, October 1, 2011

Aksara Hatiku


Satu hari berganti lagi
lembaran baru kembali terisi
oleh kisah yang masih belum bertepi
dan pena takdir masih saja terus menari
seakan tak ingin berhenti
goreskan cerita suka dan duka
akhirnya pada koma aku terjeda
akankah sampai pada titiknya?
ataukah terus menggantung pada sebuah tanya?
 
Adakah aksara yang terangkai menumbuhkan rasa?
membangkitkan jiwa
untuk lebih dekat menautkan jemari kita
menyapa panorama senja
dan mencipta makna
pada satu muara "cinta karena-Nya"


*Di penghujung malam yang menyelipkan sendu dihati....*

Sunday, September 11, 2011

Kenangan Akan Siluet Luka


Desiran angin malam ini, tak mampu mengusir rindu
Ketika kenang yang menjelaga di dasar hati
Tak mampu membias pucuk-pucuk harapan
Yang meranggas perlahan
Pada gemuruh yang kembali bergumamam
Riuhnya, tak mau diam
Mencerca setiap bait dan kata dalam bungkam

Sudahlah, mentari tlah meninggalkan jejaknya pada langit senja
Usah kau cari sinarnya yang tlah menyengat jiwa
Membakar hingga ke pori-pori rindu
Dan silaunya butakan mata logikamu

Kini, nikmati saja siluet rona nya
Jingga membayang semua asa yang pernah tercipta
Ikuti saja jejaknya hingga sudut khatulistiwa
Mungkin di sana kan kau temui makna dari sebuah luka...